19.5.13

Peka Zaman

Tempo hari saya diminta menjadi narasumber untuk talkshow bertema Remaja dan Media Sosial di SMP Negeri 37 Surabaya. Bagi saya ini menjadi tantangan tersendiri. Bukan soal materi apa yang mau disampaikan, tapi lebih kepada bagaimana menyederhanakan persoalan dan bahasa agar mudah dicerna. Maklum, saya lebih sering bicara di hadapan khalayak dewasa dibandingkan anak-anak dan remaja.

18.2.13

Keping Sedjarah Soerabaja

"JMP". Tiga huruf ini jamak ditemui di muka angkutan kota Surabaya. Sebagai tanda. Lebih kurang begini maksud sopir-sopir itu: saya wira-wiri melewati Jembatan Merah Plaza (JMP). JM –tanpa P, adalah situs sejarah. Kebanyakan orang mengenal Jembatan Merah sebagai area tempat tewas Mallaby, seorang Jenderal Inggris. Bung Tomo yang kala itu aktif memimpin perjuangan, menyebut momen ini dengan a new turn to the situation in Java.

18.6.12

Perjudian

- tentang kemungkinan di ujung jalan

Saya mendengar kabar itu dari siaran radio. Seorang SMA dikisahkan mengakhiri hidup di dapur rumahnya dengan cara yang boleh dibilang tragis: gantung diri. Diceritakan, sepucuk surat ia tinggalkan. Konon perceraian orangtua telah membuatnya stres hingga ia nekat mengambil tindakan itu.